membedah-lika-liku-si-pengusaha-helmet-retro-anajidan

Membedah Lika-liku Si Pengusaha Helmet Retro Anajidan

24, December 2017 01:30 AM | Author : Muhamad Khafifudin | Category: Perpustakaan | 3 minutes, 35 seconds


Gilang Hardian, pengusaha helmet retro "ANAJIDAN". FOTO : ENCEP SUKONTRA

Gilang Hardian, pengusaha helmet retro “ANAJIDAN”. FOTO : ENCEP SUKONTRA

Cowok yang satu ini punya segudang pengalaman pahit manisnya membuka usaha. Namun kegigihan menjadi pedagang helmet bermerek “Anajidan” telah mengantarkan dirinya menjadi salah satu inovator helmet sukses di Indonesia. Dialah Gilang Hardian, si pengusaha helm retro.

Di hadapan puluhan mahasiswa yang menghadiri talkshow “Discover Your You 2.0” yang digelar perusahaan notebook di Kampus Universitas Padjajaran Jalan Dipati Ukur, Bandung, Gilang Hardian mengisahkan perjalanan hidupnya.

Pria kelahiran Bogor 24 Desember 1989 ini menuturkan, ketika masih kuliah di STEI Tazkia, Bogor, ia sudah “keranjingan” jualan. Saat masih kuliah pula ia dan produk yang diciptakannya berhasil menjuarai ajang Global Student Entrepreneur Award (GSEA) 2015 di Manila, Filipina.

Gilang Hardian mengaku mewarisi bakat dagangnya dari sang bapak.

“Sebenarnya gue ingin seperti bokap, produksi seragam sekolah di Bogor. Sekarang masih. Bapak saya cuman lulusan SD tapi sanggup menyekolahkan anak-anaknya sampai S1 semua dengan usaha seragam sekolah. Gue terinspirasi dia (bapak),” ungkap Gilang Hardian kepada KabarKampus, Senin (02/05/2016).

Baginya, sosok bapak adalah teladan. Selain menyekolahkan anak-anaknya, sang bapak juga memberi gaji bagi pegawai-pegawainya. Bapak telah membuka lapangan kerja untuk sejumlah orang.

“Itu luar biasa. Jadi gue bertekad kalau bokap yang sekolah SD bisa ngegaji pegawai, gue S1 kalau tak bisa ngegaji bego,” katanya.

Maka sejak kuliah itulah ia mulai menjual bermacam-macam barang, seperti t-shirt, pulsa, modem dan lain-lain.

Suatu hari, pria yang menggemari basket ini ingin menonton pertandingan basket di Senayan, Jakarta. Namun ongkos Bogor-Jakarta lumayan mahal. Ia pun meminjam uang kepada kakaknya untuk pergi nonton basket. Uang yang dipinjam sebesar Rp5.000.000. Uang tersebut ia pakai belanja kaos-kaos basket ball yang kemudian dijualnya di komunitas online Kaskus.

Dalam dua minggu kaos tersebut habis dengan harga dua kali lipat. Saat di dalam kelas, ia tetap melayani Cash On Delivery (COD). “Saya sampai harus pura-pura ijin ke toilet karena ada yang COD,” kata cowok yang pernah nyantri di sebuah pesantren itu.

Pada 2011, kuliahnya baru semester tiga, ia mengalami kecelakaan motor saat mengantar barang dagangan. Kecelakaan itu membuat helm yang baru dibelinya rusak.

Sebagai pedagang, ia tidak mau rugi karena harus membeli helm baru. Ia pun mereparasi sendiri helmetnya dengan desain retro. “Helm hasil reparasi gue masukan dulu ke Kaskus, ternyata banyak yang pesan,” katanya.

Dari situ ia mulai menerima banyak reparasi helm.

Melihat banyaknya pesanan helmet, Gilang Rahardian menganggap itu sebuah peluang usaha yang menjanjikan. Lantas ia bekerja sama dengan perusahaan helm lokal untuk memproduksi helm-helm retro dengan sasaran pecinta motor antik seperti Vespa, Harley Davidson, CB, dan lainnya.

Siapa yang menyangka. Garis nasib seseorang bisa berubah gegara kegigihan. Begitu pula lah yang terjadi dengan Gilang Rahardian. Inovasi itu membawanya menjuarai kontes di suatu majalah. Ia kemudian mengikuti kompetisi tingkat Asia, GSEA 2015, yang menerbangkannya ke Amerika Serikat dan Turki.

“Berkat helm gue bisa ke luar negeri,” katanya.

Helmet yang diproduksinya diberi merk Anajidan, yang berasal dari bahasa Arab, ana dan jiddan yang artinya kurang lebih “gue banget.” Nama ini dilatarbelakangi pendidikan pesantren yang pernah dialaminya. Dari pesantren pula ia yakin berdagang memiliki 9 pintu rezeki.

Lewat helm ia mulai mengubah sistem dagangnya menjadi bisnis. Menurutnya bisnis dan dagang berbeda. Bisnis memiliki struktur organisasi yang jelas, ada pegawai, perusahaan, dan pasar. Sedangkan dagang lingkupnya lebih kecil dan personal.

Salah satu jenis helmet Anajidan untuk pecinta Motor Honda CB hasil inovasi Gilang Hardian. FOTO : Dok. Anajidan.

Salah satu jenis helmet Anajidan untuk pecinta Motor Honda CB hasil inovasi Gilang Hardian. FOTO : Dok. Anajidan.

Dalam website Anajidan, Gilang Hardian memberikan penjelasan tentang helmet. Sekaligus menjelaskan perbedaan helmet custom Anajidan dengan yang lainnya.

“Modifikasi Helm kulit dan painting di anajidan.com ini sesuai pesanan, tidak harus partai, ane melayani satuan. Modifikasi ini sesuai yang loe minta, loe mau pake logo club motor, logo bola, mau tempelin nama loe dihelm, apapun itu asal bisa diaplikasikan di helm, ane bisa. Jadi helm yang loe pake pasti sesuai sama motor yang loe tunggangin bro.”

Dalam berpromosi melalui website, Gilang Hardian menggunakan bahasa yang santai sehingga calon pembeli berasa lebih akrab. Dia pun meluangkan waktu untuk menjawab pertanyaan ini dan itu agar calon pembeli mendapatkan kepuasan dari hasil kerjanya.

Tidak hanya lewat website khusus, helmet Anajidan pun dipromosikan lewat situs jual beli dan jejaring sosial. Usaha ini penting karena calon pembeli helmet rata-rata anak muda yang sangat peka dengan teknologi informasi.

Kepada mahasiswa yang mau memulai bisnis, ia menyarankan agar memanfaatkan teknologi media sosial. “Misalnya Kaskus adalah pasar terbesar, bisa kita gunakan,” katanya.

Gilang Rahardian pun berpesan agar mahasiswa dapat menciptakan lapangan kerja, bukan pencari kerja.