pr-lbh-bandung-adalah-merebut-hak-hidup-rakyat-yang-dirampas

PR LBH Bandung Adalah Merebut Hak Hidup Rakyat yang Dirampas

24, December 2017 12:55 AM | Author : Bilal Ali Maftullah | Category: Lembaga Bahasa | 1 minute, 12 seconds

Willy Hanafi

BANDUNG, KabarKampus – Ada Pekerjaan Rumah (PR) besar yang akan dihadapi Lembaga Bantuan Hukum Bandung (LBH Bandung) ke depan, yaitu masifnya pembangunan yang berakibat pada perampasan hak hidup masyarakat. Tugas LBH Bandung ke depan adalah kembali merebut hak hidup masyarakat tersebut.

Hal ini disampaikan Willy Hanafi, setelah dinyatakan terpilih sebagai Direktur LBH Bandung di Gedung Indonesia Menggugat, Bandung, Senin, (20/03/2017). Willy terpilih dalam pemilihan secara langsung dan disaksikan masyarakat umum.

Pria mulai aktif di LBH Bandung sejak tahun 2013 ini mengatakan, di masa kepemimpinannya, LBH Bandung akan cepat merespon kebijakan pemerintah yang berpihak kepada investor asing. Kebijakan tersebut berakibat pada pembangunan infrastruktur yang masif dan akan banyak merenggut hak hidup masyarakat.

“Jadi PR besarnya adalah kembali merebut ruang atau hak hidup rakyat tersebut,” kata Willy yang merupakan alumnus Fakultas Hukum Universtas Islam Bandung ini.


Salah satu cara untuk merebut hak rakyat tersebut, kata Willy adalah lebih mengkonsolidasi jaringan. Sehingga akan ada banyak pihak yang terlibat dalam advokasi terkait hak-hak warga negara.

Bagi Willy, penguatan masyarakat tersebut menjadi penting. Karena bisa mengadvokasi isu tersebut bersama-sama. Selain itu masyarakat juga bisa lebih berperan dalam mebela Hak Asasi Manusia.

“Kami ingin keberadaan LBH Bandung berdampak terhadap masyarakat luas,” kata Willy.

Willy merupakan Pria kelahiran Bandung, 25 November 1981. Pengalamannya di LBH Bandung dimulai dengan menjadi volunteer di Kalabahu LBH Bandung. Kemudian ia juga pernah menjabat sebagai Kepala Divisi PSDHM dan terakhir menjabat sebagai Kepala Bidang Internal LBH Bandung. Saat ini ia akan menjabat sebagai Direktur LBH Bandung periode 2017 – 2020.