staibn-siap-alih-status-jadi-institut-berbasis-riset

STAIBN Siap Alih Status Jadi Institut Berbasis Riset

05, January 2018 09:03 PM | Author : Administator | Category: Berita Kampus | 1 minute, 54 seconds

TEGAL, suaramerdeka.com- Bertempat di Pendopo Amangkurat Pemerintah Daerah Kabupaten Tegal, Sekolah Tinggi Agama Islam Bakti Negara (STAIBN) Tegal menyelenggarakan Wisuda Sarjana ke-21, Sabtu (23/12). Kali ini STAIBN mewisuda 177 mahasiswa dari tiga program studi yang ada, antara lain 137 dari Pendidikan Agama Islam, 20 dari Ekonomi Syariah dan 20 dari Ahwal Syahsiyah (Hukum Perdata Islam). 

Sejak wisuda ke-20, pada prosesi wisuda juga dilaksanakan anugerah Skripsi Award sebagai apresiasi atas skripsi-skripsi terbaik dari masing-masing program studi. Begitu pula pada acara wisuda ke-21 kali ini, Skripsi Award diberikan untuk skripsi terbaik di masing-masing program studi. Ketiganya, antara lain: Muhamad Safi’i (Hukum Perdata Islam), dengan Judul Status Hukum dalam Perkawinan di Bawah Tangan Menurut UU No. 1 Tentang 1974 Perkawinan, Mohamad Jafar (Ekonomi Syariah), dengan judul Etika Bisnis Syariah AlGhozali dan Relevansinya dengan Dunia Bisnis Modern dan Siti Maghfiroh (Pendidikan Agama Islam), dengan judul Pelaksanaan Pendidikan Islam Sifat Sidik Melalui Kantin Kejujuran di MA NU Miftahul Ulum Margasari Tegal.

Dalam sambutannya, Ketua STAIBN, Drs H Badrodin MSI menyampaikan, bahwa saat ini STAIBN memiliki delapan program studi; Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyyah (PGMI), Ilmu Alquran dan Tafsir (IAT), Ekonomi Syariah (ES), Perbankan Syariah (PBS), Hukum Perdata Islam (Ahwal Syahsiyah) dan Bimbingan Konseling Islam (BKI). “Kami juga telah memiliki lahan pengembangan yang memadai untuk pembangunan infrastruktur demi terselenggaranya pembelajaran yang optimal” , ujar Badrodin, Sabtu (23/12).

Selain itu, masih dalam paparan Badrodin, hingga saat ini pembangunan juga masih terus berlangsung. Selain gedung baru, juga tengah dibangun gedung perpustakaan baru. “Kami juga terus mengembangkan budaya riset. Saat ini pola integrasi keilmuan dalam riset terus digalakkan, diiringi dengan fasilitasi dana penelitian yang semakin memadai. Ini semua diarahkan untuk menyambut alih status dari Sekolah Tinggi menjadi Institut," tambahnya.

Senada dengan Badrodin, Sekretaris Koordinator Perguruan Tinggi Islam Swasta (Kopertais) X Jawa Tengah, Dr Hasyim Muhammad MAg menyampaikan, bahwa kelemahan perguruan tinggi Islam swasta adalah pada bidang penelitian, pengabdian, dan kerja sama. 

Namun demikian, dalam amaran Hasyim, STAIBN termasuk Perguruan Tinggi Islam swasta yang sehat. Hasyim bersyukur, STAIBN merupakan kampus yang sehat. Karenanya riset-riset yang telah dilakukan oleh dosen mau pun mahasiswa harus terus dikembangkan, demikian juga dengan kerja sama dengan lembaga lain. “Selamat atas wisuda ke-21. STAIBN harus terus meningkatkan kualitasnya di alam kompetisi dan harus berkontribusi bagi kehidupan berbangsa dan bernegara," pungkas Hasyim. 

Sumber: Zaki Mubarok